PENGERTIAN ISTILAH MASSA CULTURE, POP DAN KITSCH

  • Massa Culture
Istilah Massa atau populer, yaitu bentuk-bentuk sastra yang mempunyai akar pada kebutuhan, cara berpikir, pengetahuan, problematika dan selera orang-orang kebanyakan (people). Sastra semacam ini menjadi bagian dari industri budaya (culture industry), yang diproduksi untuk massa yang luas melalui pola-pola industrial. Ada semacam proses kapitalisasi, dengan sengaja atau tak disengaja menjadi tempat untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, di dalam sebuah komodifikasi budaya. Sehingga ketiga istilah ini sama saja, merujuk pada orang banyak.
  • Pop
Begitu juga dengan istilah Pop. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia Pop diartikan dengan populer, semisal lagu-lagu pop atau populer. Demikian juga dengan sastra pop atau populer. Sastra pop bersifat ringan atau sastra yang ditulis bertemakan universal. Awalnya, kebudayaan popular atau kebudayaan pop (pop culture) bersifat massal (umum), komersial, terbuka, dan lahir dari rakyat, dan tentunya disukai rakyat. Sehingga kebudayaan pop dikategorikan sebagai kebudayaan rakyat (folk culture), atau kebudayaan rendah (low culture). Bentuknya berupa musik, tarian, teater, gaya, ritual sosial, dan bentuk lain yang bersifat tradisional. Tumbuh pada tingkatan bawah (grass-root) sebagai perwujudan eksistensi dengan akses yang terbatas dan dicirikan dengan kesederhanaan. Oleh karena itu, kebudayaan pop dapat disimpulkan sebagai produk kultural yang berasal dari rakyat bawah.
  • Kitch
Seni semu, picisan yang seringkali lebih menonjolkan segi komersial, tanpa keaslian, dan hanya menurut satu stereotipe, menurut seorang ahli semiotik italia, Kitsch berarti "sebuah dusta struktural". 
  • Kesimpulan
Keterkaitan erat antara Popular, Masa Culture dan Kitch, yaitu sengaja diproduksi untuk konsumsi yang sifatnya massal (common people). Bisa dikatakan bahwa hal itu diproduksi hanya berlandaskan keinginan pasar saja. Dengan demikian, kebudayaan pop hanya akan terjadi manakala keinginan pasar menjadi perhatian sentral. Singkatnya, ada selera mainstream di tengah-tengah masyarakat.